Fenomena Lawan Kotak Kosong, Mengembalikan “Wani Piro” ke Pangkuan Elit

- Redaksi

Selasa, 20 Agustus 2024 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HERWAN SALEH*

Elit mulai menemukan pola baru dalam menggeser money politic, dari lapak rakyat kembali ke pangkuan elit sendiri.

Cukup dengan presiden partai-partai dan sekjennya bersama kolega kongkow di meja kopi. Bersepakat mengusung calon kepala daerah melawan kotak kosong, pada musim Pilkada.

Dengan begitu tertutup sudah peluang “dosa besar” rakyat untuk mendapat uang sogok Pilkada dari kandidat. Tidak ada lagi “wani piro”, karena calonnya cuma sepasang. Tidak ada money politic, karena calon tidak ada lawan.

Baca Juga :  Strategi Indonesia dalam Menghadapi Dinamika Geopolitik Global

Elit di pusat dapat menentukan tarif mahar kepada siapa mau jadi kepala daerah. Tinggal antar elit saja yang bagi-bagi “wani piro”.

Wacana untuk mengembalikan pemilihan kepala daerah, dari pemilihan langsung menjadi dipilih oleh DPRD, karena motif untuk menghilangkan masalah fenomena money politic akhirnya mulai sunyi.

Gelagat Pilkada di penjuru negeri diseting lawan kotak kosong, meningkat. Walau sampai hari ini masih belum memasuki masa pendaftaran calon kepala daerah di masing-masing KPU provinsi dan kabupaten/kota, namun diprediksi pasangan calon yang akan melawan kotak kosong akan bertambah.

Baca Juga :  Bertemu Wartawan Top

Pilkada DKJ (Daerah Khusus Jakarta) potensial lawan kotak kosong. Ridwan Kamil – Suswono dideklarasi oleh 12 partai, menyisahkan PDIP yang tidak cukup kursi untuk mengusung pasangan calon.

Pilkada Bengkulu Utara Tahun 2020 sudah kotak kosong, sekarang diprediksi akan terulang kembali.

Ungkapan yang cocok atas fenomena ini, seperti yang viral di Medsos; ini parah ini parah.(**)

*Kandidat Doktor Fisip Universitas Muhammadiyah Malang/  LHKP PWM Bengkulu

Berita Terkait

Ruang Literasi, Bung Willy dan Gen Z yang Menolak Dungu
Menembus Batas Formalitas: Mengembalikan Ruh Monitoring dan Evaluasi di Era Banjir Aplikasi
Catatan MTQ Seluma: Urgensi Kemurnian Tauhid dalam Penyelenggaraan MTQ Provinsi Bengkulu
Kebijakan Bantu Rakyat Harus Menjadi Darah Daging Gerakan
Teguh untuk Meneguhkan PWI
Catatan 100 Hari Helmi Hasan: Mahasiswa Mesti Belajar Metodologi Ilmiah Riset Sosial Yang Benar Sebelum Dipublis
PWI Pusat Tetapkan Ahmad Muzani sebagai Anggota Kehormatan : Apresiasi bagi Mantan Wartawan Berintegritas
Bertemu Wartawan Top

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Reaksi Justin Bieber saat memenangkan penghargaan White Boy of the Year

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:20 WIB

JJ Redick mungkin telah memberi petunjuk pada lineup awal Lakers

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Bar olahraga wanita aneh pertama di Philadelphia, Marsha’s, mengumumkan penutupannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Josh Brolin memperoleh lebih banyak perdagangan saham dibandingkan 20 tahun aktingnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Lakers Mendapat Kabar Buruk Karena Sayap Bertahan Sudah Melewatkan Waktu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Skor sepak bola sekolah menengah: Minggu 9 di Peoria dan Illinois tengah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Mengapa Victor Wembanyama dari Spurs Menginginkan Lebih Dari Sekadar Menjadi Bek Terbaik Dunia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tatum Paxley Menghargai Suzu Suzuki Karena Menginspirasi ‘Cemetery Drive’

Berita Terbaru