Melalui koordinasi dengan penegak hukum, pesawat diarahkan menjauh dari terminal dan diparkir di lokasi terpencil sementara pihak berwenang memberikan tanggapan.
ATLANTA — Seorang penumpang melontarkan ancaman bom secara lisan di dalam pesawat yang tiba di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, sehingga mendorong pihak berwenang untuk mengalihkan pesawat ke daerah terpencil sebagai tindakan pencegahan, kata para pejabat.
Insiden itu terjadi tak lama setelah Frontier Airlines penerbangan 2539, sebuah Airbus A320 dari Columbus, Ohio, mendarat dan meluncur menuju gerbang, menurut para pejabat.
Melalui koordinasi dengan penegak hukum, pesawat diarahkan menjauh dari terminal dan diparkir di lokasi terpencil sementara pihak berwenang memberikan tanggapan.
FBI memimpin penyelidikan. Polisi Atlanta mengatakan petugasnya menyelidiki dan menetapkan bahwa penumpang tersebut adalah penumpang nakal dan tidak menganggapnya sebagai pembajakan pada saat itu.
Rekaman audio dari komunikasi Kontrol Lalu Lintas Udara antara pilot Frontier dan menara mengungkapkan bahwa pilot tersebut mengatakan dia juga mengancam akan membunuh seorang wanita yang duduk di sebelahnya.
“Dia duduk di kursinya. Dia mulai mengancam akan membunuh wanita yang duduk di sebelahnya, dan dia mengatakan bahwa dia membawa bom di pesawat,” kata pilot tersebut.
Penumpang diturunkan menggunakan tangga udara dan diangkut dengan bus ke terminal.
Para pejabat kemudian memutuskan bahwa ancaman tersebut tidak dapat dipercaya. Tidak ada korban luka yang dilaporkan, dan pihak berwenang tidak menunjukkan adanya bahaya yang sedang berlangsung.
Insiden ini masih dalam penyelidikan.









