Dow, S&P 500, Nasdaq berjangka beragam karena para pedagang mengangkat taruhan kenaikan suku bunga Fed menjelang data inflasi utama

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham berjangka AS goyah pada Selasa pagi karena pasar menunggu laporan utama inflasi konsumen, mengkalibrasi ulang spekulasi pada perdagangan AI, dan memantau kenaikan harga minyak di tengah kembalinya perang AS-Iran.

Kontrak Dow Jones Industrial Average (YM=F) tergelincir 0,3% pada perdagangan pra-pasar, sedangkan kontrak pada S&P 500 (ES=F) turun 0,2%. Kontrak berjangka Nasdaq 100 (NQ=F) naik 0,2%.

Investor menunggu laporan Indeks Harga Konsumen pada pukul 08:30 ET untuk mengetahui gambaran penting situasi inflasi. Para ekonom memperkirakan inflasi harga konsumen akan mereda di bulan Juni; Namun, hal ini tidak menghalangi pedagang obligasi untuk meningkatkan taruhan mereka bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan tanggal 28-29 Juli.

Baca Juga :  Missouri-Auburn: Cara Menonton | Bangsa Rock M

Kombinasi dari spekulasi kenaikan suku bunga, kekhawatiran belanja belanja modal, dan aksi ambil untung telah membuat saham-saham chip AI berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, dengan saham SK Hynix (SKHY) asal Korea Selatan yang baru dicatatkan di AS semakin merosot setelah IPO AS yang sukses pada hari Jumat.

Sementara itu, harga minyak naik tipis setelah minyak mentah berjangka Brent (BZ=F) mencatat lonjakan satu hari terbesar dalam beberapa tahun terakhir pada hari Senin. AS berencana untuk mulai memberlakukan blokade Selat Hormuz pada Selasa sore dan mengenakan biaya sebesar 20% untuk semua kargo yang melintasi jalur air tersebut, menghidupkan kembali kekhawatiran bahwa guncangan energi dapat berdampak pada inflasi inti.

Baca Juga :  Cuaca DFW: Pola yang belum terselesaikan kembali terjadi pada minggu pertama bulan Juni

Dalam kalender ekonomi pagi ini terdapat serangkaian laporan kuartal kedua dari JPMorgan (JPM), Bank of America (BAC), Wells Fargo (WFC), Citigroup (C), dan Goldman Sachs (GS). Ekspektasinya tinggi: Analis memperkirakan bank-bank besar di Wall Street akan mencatatkan salah satu kuartal terkuat yang pernah ada.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang
Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu
Brigade Bersihkan Atap Sumsel: Imbau Pendaki Jaga Kelestarian Dempo
Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026
George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
QB Trevor Lawrence Rekap Hari 1 Kamp Pelatihan Jaguar 2026
Dance-Pop Smash Rihanna Melewati Salah Satu Hitnya yang Paling Gerah

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:36 WIB

George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:23 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Berita Terbaru