Pembaruan langsung: serangan AS-Iran; konflik meluas dengan Houthi yang mengklaim serangan di Laut Merah

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di sela-sela KTT ASEAN di Manila, Kamis pagi.

Keduanya tidak menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah Rusia mendukung Iran dengan membantu menargetkan pasukan AS, atau apakah Moskow berencana menghentikan invasi besar-besaran ke Ukraina.

Pernyataan dari Departemen Luar Negeri kemudian mengkonfirmasi bahwa kedua utusan tersebut membahas “hubungan AS-Rusia dan perlunya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.”

Melalui Telegram, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyampaikan bahwa Lavrov memberi pengarahan kepada Rubio mengenai situasi di sepanjang garis depan perang Ukraina, dan “menekankan tidak diperbolehkannya mempersenjatai rezim Kyiv lebih lanjut.”

Baca Juga :  Colo Colo mengumumkan penandatanganan Vozinha, penjaga gawang sensasi Piala Dunia bersama Cape Verde

Meskipun demikian, Lavrov menegaskan bahwa Rusia siap untuk “penyelesaian konflik secara politik dan diplomatik,” kata Zakharova.

Sebelum pertemuan hari Kamis, Rubio ditanya oleh seorang reporter apakah dia berencana untuk menekan Lavrov mengenai Ukraina selama pertemuan mereka.

“Jelas perang di Ukraina dalam banyak hal telah menghambat kemampuan Rusia dan Amerika Serikat untuk menemukan kesepakatan mengenai topik-topik lain, namun hal itu tidak berarti kami tidak akan mencari peluang kerja sama lain,” katanya.

Baca Juga :  Pratinjau: Girona vs Real Betis - prediksi, berita tim, susunan pemain

Ketika ditanya apa peran AS dalam mengakhiri perang Rusia-Ukraina, mengingat perundingan telah terhenti, Rubio berkata: “Mungkin sekarang ada kondisi baru yang memungkinkan perundingan itu terjadi.”

Untuk konteks: Dalam kampanyenya pada tahun 2023 dan 2024, Presiden AS Donald Trump berkali-kali mengatakan bahwa ia akan mengakhiri perang di Ukraina dalam waktu 24 jam setelah ia kembali ke Gedung Putih atau bahkan lebih cepat dari itu.

Lebih dari 500 hari memasuki masa jabatan keduanya, perang masih berkecamuk dan perundingan perdamaian hanya menghasilkan sedikit kemajuan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang
Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu
Brigade Bersihkan Atap Sumsel: Imbau Pendaki Jaga Kelestarian Dempo
Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026
George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
QB Trevor Lawrence Rekap Hari 1 Kamp Pelatihan Jaguar 2026
Dance-Pop Smash Rihanna Melewati Salah Satu Hitnya yang Paling Gerah

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:36 WIB

George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:23 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Berita Terbaru