BENTENG,- Gerbong kepemimpinan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Benteng resmi memasuki babak baru. Melalui Musda yang dihelat di Riung Gunung Resto pada Kamis (23/7/2026), estafet kepengurusan periode 2026-2031 resmi bergulir dengan terpilihnya lima tokoh sebagai formatur Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI dan Forhati Benteng.
Ajang musyawarah yang menjadi momentum krusial dalam memperkuat konsolidasi serta arah gerak organisasi alumni HMI di daerah tersebut menetapkan Windi Junius, Agus Aswandi, M. Rubama Bamek AS, Irsan Todi, serta Winda Wulandari yang memegang mandat dari Forhati.
Usai penetapan tersebut, Windi Junius mewakili jajaran pimpinan terpilih mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasi mendalam atas amanah dan kepercayaan yang disematkan para alumni. Ia menegaskan bahwa komitmen utama kepengurusan baru ini adalah merawat kebersamaan serta memperkuat solidaritas yang telah lama terbangun di antara keluarga besar HMI.
Lebih lanjut, Windi menekankan bahwa KAHMI ke depannya harus mampu bertransformasi dan keluar dari zona nyaman yang selama ini hanya mengandalkan ruang silaturahmi serta nostalgia. Organisasi para cendekiawan muda ini dituntut hadir sebagai episentrum gagasan besar, memperkuat jejaring strategis, serta menjadi bagian integral dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan di Benteng.
“KAHMI bukan sekadar tempat berkumpul biasa, melainkan harus berfungsi sebagai pusat pemikiran dan lokomotif kemajuan bagi seluruh anggotanya melalui kunci utama berupa kolaborasi,” ungkap Windi.
Windi memproyeksikan kepengurusan periode ini sebagai rumah bersama yang inklusif bagi seluruh alumni HMI, di mana setiap ide dan gagasan segar dapat tumbuh subur untuk kemudian dieksekusi melalui kerja-kerja nyata.
Menutup rangkaian musyawarah tersebut, ia memastikan bahwa kepengurusan baru tidak ingin berhenti sebatas pada tataran diskusi dan wacana belaka.
“Seluruh gagasan konstruktif yang lahir dari para alumni akan segera diterjemahkan ke dalam program konkret yang tidak hanya memperkuat eksistensi organisasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata secara berkelanjutan,” tegas Windi.(*)
Penulis : Andreas Putra
Editor : Tiwi Supiah









