Anggaran AI Google Bisa Meledak Lebih Tinggi Karena Kehabisan Kapasitas

- Redaksi

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baca Cepat

  • Sundar Pichai mengonfirmasi bahwa pendapatan Google Cloud tidak mencapai potensinya karena keterbatasan kapasitas menghalangi perusahaan untuk melayani semua pelanggan yang menunggu.

  • Simpanan Google Cloud sebesar $462 miliar, yang meningkat hampir dua kali lipat dalam satu kuartal, mewakili lebih dari 10 kali lipat pendapatan tahunannya, dengan sebagian besar menghasilkan konversi dalam waktu 24 bulan.

  • Mandat Google yang mengharuskan para insinyur menggunakan AI untuk menghasilkan kode menciptakan persaingan GPU internal yang semakin membebani infrastruktur yang sama yang sudah dijual kepada klien perusahaan.

  • Bertindak sekarang: analis yang menelepon NVIDIA pada tahun 2010 baru saja menyebutkan 10 saham AI teratas miliknya — dan Google tidak masuk dalam daftar tersebut. Dapatkan namanya GRATIS hari ini.

Kecerdasan buatan telah berubah dari perlombaan perangkat lunak menjadi perlombaan senjata infrastruktur. Perusahaan-perusahaan yang membangun model AI terbesar menyadari bahwa chip, pusat data, dan listrik menjadi faktor pembatas — bukan minat pelanggan.

achintamba

Perusahaan yang menghabiskan miliaran dolar karena lemahnya permintaan adalah sebuah tanda peringatan. Hal yang berbeda terjadi pada perusahaan yang melakukan hal tersebut karena tidak dapat membangun kapasitas dengan cukup cepat untuk memuaskan pelanggan. Tampaknya itulah tantangan yang dihadapi Alfabet(NASDAQ:GOOG) Google. Perusahaan tidak kesulitan menemukan pembeli untuk layanan AI; itu tidak dapat menghasilkan daya komputasi yang cukup untuk melayani mereka.

Pengeluaran AI Google Berakselerasi Lebih Cepat dari Perkiraan

Google terus menerapkan belanja AI. Pada Q4 2025, belanja modal dikatakan akan mencapai $175 miliar hingga $185 miliar tahun ini. Pasar mempertanyakan apakah perusahaan melakukan pembelanjaan terlalu agresif, karena pengeluaran Google hampir dua kali lipat pada tahun 2025. Para investor khawatir investasi AI yang dilakukan Big Tech akan menimbulkan perlombaan belanja yang memakan banyak biaya.

Namun, satu kuartal kemudian, Google melaporkan belanja modal sebesar $35,7 miliar selama Q1 saja. Alih-alih melambat, manajemen menaikkan perkiraan belanja modal setahun penuh menjadi $180 miliar hingga $190 miliar. Alasannya sederhana: permintaan melebihi pasokan. Selama diskusi pendapatan, CEO Sundar Pichai mengatakan pendapatan Google Cloud akan lebih tinggi jika perusahaan memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Baca Juga :  Sorotan alumni Kentucky perempat final TBT 2026 vs. Syracuse, skor

Artinya Google tidak membangun infrastruktur dan berharap pelanggan akan muncul. Mereka sudah ada di sini — dan sedang menunggu.

Bertindak sekarang: analis yang menelepon NVIDIA pada tahun 2010 baru saja menyebutkan 10 saham AI teratas miliknya — dan Google tidak masuk dalam daftar tersebut. Dapatkan namanya GRATIS hari ini.

Backlog senilai $462 Miliar Menunjukkan Permintaan AI Itu Nyata

Bukti paling jelas terdapat pada simpanan Google Cloud senilai $462 miliar, yang meningkat hampir dua kali lipat dalam satu kuartal. Manajemen memperkirakan lebih dari 50% simpanan tersebut akan diubah menjadi pendapatan dalam waktu 24 bulan. Sebagai perbandingan, Google Cloud menghasilkan pendapatan sebesar $43,2 miliar pada tahun 2025. Jumlah simpanan tersebut mewakili lebih dari 10 kali lipat basis pendapatan tahunan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang
Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu
Brigade Bersihkan Atap Sumsel: Imbau Pendaki Jaga Kelestarian Dempo
Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026
George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
QB Trevor Lawrence Rekap Hari 1 Kamp Pelatihan Jaguar 2026
Dance-Pop Smash Rihanna Melewati Salah Satu Hitnya yang Paling Gerah

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:36 WIB

George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:23 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Berita Terbaru