Target Zero Stunting, DP2KBP3A Intervensi Spesifik dan Sensitif

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DP2KBP3A Kepahiang, Linda Rospita.(dok/warta aspirasi)

Kepala DP2KBP3A Kepahiang, Linda Rospita.(dok/warta aspirasi)

KEPAHIANG,- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kepahiang terus mematangkan strategi lapangan dalam menurunkan angka prevalensi stunting menjadi zero stunting. Kerja keras ini dilakukan secara terpadu melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dengan mengombinasikan langkah intervensi spesifik dan sensitif.

Kepala DP2KBP3A, Linda Rospita, mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada kelompok rentan, mulai dari bayi, balita, ibu hamil, ibu pasca persalinan, hingga calon pengantin. Langkah penanganan yang menyeluruh dari hulu ke hilir ini dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai stunting.

“Kita menargetkan Kepahiang zero stunting, tentu saja kerja keras sangat dibutuhkan. Ketika diketahui angka secara real, maka bisa dilakukan pemetaan masalah dan upaya penanganan serta preventifnya,” ujar Linda Rospita.

Linda mengutarakan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterbukaan informasi dan replikasi program-program yang sukses di setiap wilayah. Melalui wadah TPPS, setiap jajaran dinas dan pemangku kepentingan diharapkan mampu saling bertukar metode inovatif yang terbukti efektif menurunkan angka stunting.

Baca Juga :  Cara menonton Magic vs. Bucks: saluran TV dan opsi streaming untuk 8 Maret

Namun, Linda tidak menampik adanya dinamika dan tantangan yang cukup rumit saat petugas bergerak di lapangan. Salah satunya adalah menghadapi penolakan dari sejumlah keluarga berisiko stunting yang enggan menerima pendampingan pola asuh maupun bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“Kami terus berupaya dengan sinergi dan kolaborasi bersama, mencegah dan menurunkan prevalensi stunting, serta melakukan inovasi seperti pembentukan dapur balita di tiap Posyandu,” pungkas Linda.

Melalui gerakan bersama dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga sektoral lainnya, DP2KBP3A optimis pemenuhan gizi dan edukasi keluarga di Kabupaten Kepahiang dapat berjalan lebih optimal. (*\prw)

Baca Juga :  Bupati Apresiasi UMKM Kepahiang Go Internasional

Penulis : Defi Parisa

Editor : Tiwi Supiah

Berita Terkait

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang
Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur
Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda
Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026
Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu
Brigade Bersihkan Atap Sumsel: Imbau Pendaki Jaga Kelestarian Dempo
Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026
George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:36 WIB

George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:23 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Berita Terbaru