BENGKULU,- Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Bengkulu, Selasa (6/10) menggelar bimbingan teknis (bimtek) penulisan konten budaya lokal sebagai langkah strategis dalam melestarikan warisan leluhur. Kegiatan ini dirancang membekali para peserta yang telah lulus seleksi sebelumnya, agar mampu menggali serta menyebarluaskan khazanah tradisi daerah ke ruang publik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi menjelaskan bahwa langkah awal yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah bagaimana peserta mampu menggali potensi budaya secara mendalam. Menurutnya, pemahaman mengenai akar budaya lokal sangat krusial sebelum informasi tersebut diolah lebih lanjut.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin peserta mampu menggali potensi budaya yang ada di sekitar mereka,” ujar Meri Sasdi.
Selain menggali, Meri juga menekankan pentingnya aspek penyebarluasan informasi budaya kepada masyarakat luas. Ia menilai bahwa kekayaan tradisi Bengkulu harus disebarluaskan secara masif melalui berbagai platform agar mudah diakses oleh generasi penerus bangsa.
Untuk mencapai tujuan tersebut, peserta tidak hanya diberikan pemahaman teoritis, tetapi juga dibekali dengan teknik menggali budaya yang tepat. Teknik ini mencakup metodologi penelusuran sejarah, observasi lapangan, hingga cara meriset data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita hadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidang kepenulisan, hari ini kita hadirkan Dr. Dedi dari UIN Fatmawati,” kata Meri.
Puncak dari rangkaian bimbingan teknis ini melahirkan buku tentang budaya di Bengkulu yang menjadi sumber informasi kredibel bagi publik.
“Banyak budaya di Bengkulu belum terdokumentasi, melalui kegiatan ini mudah-mudahan karya para peserta nantinya dapat menjadi rujukan terpercaya dalam memperkaya literasi sejarah dan budaya lokal di Provinsi Bengkulu,” harap Meri.(*)
Penulis : Andreas
Editor : Tiwi Supiah









