BENGKULU,- Wacana mengembalikan denyut kehidupan di kawasan bersejarah pusat Kota Bengkulu kembali mencuat dalam pandangan Fraksi PAN Perjuangan saat sidang Paripurna DPRD Kota Bengkul, Rabu (23/9/2026). Fraksi PAN Perjuangan menilai berdasarkan aspirasi masyarakat serta kajian kebijakan publik, keberadaan gedung Mess Pemda yang telah berdiri sejak tahun 2007 dinilai mendesak untuk segera difungsikan secara optimal demi kemaslahatan warga dan kemajuan daerah.
Menanggapi hal itu, Deputi Analisa Kebijakan Politik Pemerintah Polrist Institute, Andreas Putra, SH, CPM menyambut baik wacana yan disampaikan Fraksi PAN Perjuangan. Ia memberikan ulasan bahwa keinginan untuk menghidupkan kembali kawasan Benteng Marlborough, Rumah Dinas Gubernur, hingga Pasar Baru Koto bukanlah gagasan instan. Kawasan tersebut sejak masa lalu merupakan pusat nadi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Bengkulu yang kini perlahan meredup.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan gedung Mess Pemda pada masa lalu merupakan keputusan politik kolektif yang sah, matang, dan melalui proses panjang di DPRD Provinsi Bengkulu yang melibatkan seluruh kekuatan politik masyarakat. Keputusan tersebut juga didukung oleh kajian akademik dan strategis yang mendalam, sehingga tidak diambil secara tergesa-gesa.
“Sudah sangat lama berlalu sejak pembangunannya dan akan sangat disayangkan jika keputusan kolektif yang telah diambil bersama itu akhirnya menjadi bangunan yang menghabiskan biaya lalu dibiarkan sia-sia. Uang yang dipakai adalah milik rakyat,” ujar Andreas sebagai pandangannya.
Ia juga menawarkan solusi strategis untuk mengakhiri kevakuman fungsi bangunan tersebut, yakni menjadikan bangunan tersebut sebagai Kantor Walikota Bengkulu. Langkah ini dinilai sejalan dengan niat awal pembangunan, yakni agar fasilitas yang dibiayai oleh uang rakyat benar-benar kembali melayani kepentingan rakyat.
Terkait adanya kekhawatiran sebagian pihak mengenai lokasi gedung yang berada di kawasan pesisir pantai, Andreas menilai bahwa faktor risiko tersebut telah diperhitungkan secara matang sejak tahap perencanaan awal. Banyak pula fasilitas publik, tempat ibadah, hingga pemukiman di berbagai wilayah Indonesia yang berdiri dengan pertimbangan kebutuhan tata kota serupa.
“Menjadikan gedung Mess Pemda sebagai kantor Walikota Bengkulu, saya yakini tidak hanya akan menyelamatkan aset negara dari pemborosan, tetapi juga menjadi katalisator utama untuk mengembalikan keramaian, menggairahkan sektor perdagangan, dan membangkitkan kembali kawasan bersejarah jantung Kota Bengkulu,” tutup Andreas.(*)
Penulis : Sri Wahyuni
Editor : Tiwi Supiah









