Meski kehilangan Logan Van beek, Namibia melancarkan serangan ke pemain bowling Belanda. Dengan Gerhard Erasmus dan Loftie-Eaton di depan, Namibia menginjak pedal gas setelah setengah jalan, mencetak 29 run dalam dua over. Namun, Belanda membalas dengan gawang Gerhard Erasmus, yang mencetak dua angka empat dan enam untuk tembakan cepat 18.
Dua over kemudian, Loftie-Eaton yang berbahaya terjatuh saat mencoba melakukan pukulan besar lainnya dari Van Beek. Pemukul asal Namibia tampil mengesankan dengan inning yang luar biasa yaitu 42 dari 38 bola, sementara pemain berpengalaman JJ Smit memasukkan 22 bola. Meskipun mereka kehilangan gawang cepat di babak kedua, segelintir pukulan besar membuat skor Namibia terus berdetak dan mereka melewati angka 150.
Sementara Dutt memberikan terobosan, Van Beek dan Bas De Leede adalah pemain bowling paling sukses untuk Belanda pada hari Selasa, masing-masing mengklaim dua gawang.
Sebagai tanggapan, Belanda membuat awal yang baik, mencetak 50 gol dalam powerplay, tetapi mereka kehilangan dua gawang besar dalam enam overs pertama. Sementara Bernard Scholtz memecat Max O’Dowd, Michael Levitt terjatuh di final karena powerplay saat ia berusaha menekan keunggulan. Levitt yang melakukan pukulan besar mencetak tiga angka enam dan empat, tetapi gagal melakukan tembakan dari Ruben Trumpelmann untuk menghasilkan bola 15 28.
Bas De Leede dan Colin Ackermann (32) mengambil alih kendali dan membimbing tim mereka ke tempat yang relatif aman dengan stand 70 run. De Leede mencetak angka enam untuk menghasilkan angka 100 bagi Belanda pada over ke-13.









