Miliarder Mesir Naguib Sawiris menggandakan transformasi ambisiusnya terhadap Dataran Tinggi Giza yang ikonik, dengan menginvestasikan tambahan 500 juta pound Mesir ($10 juta) untuk mengubah piramida kuno menjadi tujuan konser, acara olahraga, dan pariwisata premium sepanjang tahun.
Pembangunan kembali dimulai pada tahun 2018, ketika pemerintah Mesir menandatangani kemitraan publik-swasta dengan Orascom Pyramids Entertainment milik miliarder Naguib Sawiris untuk memodernisasi pengalaman pengunjung di Dataran Tinggi Giza, rumah bagi piramida terkenal di dunia dan Sphinx Agung.
Investasi baru ini meningkatkan total pengeluaran Orascom Pyramids Entertainment pada proyek tersebut menjadi sekitar 2 miliar pound Mesir ($41 juta), mencerminkan keyakinan Sawiris bahwa industri pariwisata Mesir berada di ambang rekor baru, menurut BillionairesAfrica.
Bus listrik dan arena acara baru
Pendanaan terbaru akan membiayai armada 30 bus listrik hop-on, hop-off dan pembangunan paviliun olahraga terbuka berkapasitas 15.000 kursi di Dataran Tinggi Giza, menurut Ketua Eksekutif Orascom Pyramids Amr Gazarin.
Perusahaan tersebut, yang merupakan anak perusahaan Orascom Investment Holding, masih memiliki waktu satu dekade lagi berdasarkan perjanjian dengan pemerintah Mesir untuk memodernisasi pengalaman pengunjung di salah satu situs arkeologi tertua di dunia.
Tidak seperti perjanjian konsesi tradisional, pemerintah Mesir mempertahankan semua pendapatan dari tiket masuk ke piramida. Sebaliknya, Orascom menghasilkan pendapatan melalui tur VIP, operasional restoran, sewa komersial, sponsorship, dan mengadakan acara besar.
Strategi itu mulai membuahkan hasil. Gazarin memperkirakan konser dan acara olahraga saja dapat menghasilkan pendapatan hingga 200 juta pound Mesir ($4,1 juta) tahun ini, dengan bisnisnya diproyeksikan mencapai titik impas pada tahun 2027.
Ambisi pariwisata yang lebih besar
Investasi ini dilakukan ketika Mesir mengalami salah satu pemulihan pariwisata terkuat dalam beberapa tahun terakhir.
Negara ini menyambut sekitar 19 juta pengunjung pada tahun 2025, menjadikannya tujuan wisata kedua yang paling banyak dikunjungi di Afrika setelah Maroko. Pihak berwenang Mesir menargetkan 20 juta wisatawan pada tahun 2026, dengan lebih dari 9 juta kedatangan tercatat pada paruh pertama tahun ini.
Sebelum pembangunan kembali Orascom dimulai, Dataran Tinggi Giza menarik sekitar 2,5 juta pengunjung setiap tahunnya. Perusahaan kini menargetkan untuk menggandakan angka tersebut menjadi 5 juta pengunjung tahun depan.
Bagi Sawiris, yang kekayaannya diperkirakan mencapai $3,8 miliar, proyek ini mewakili lebih dari sekadar usaha komersial. Dengan memadukan warisan budaya, hiburan, dan transportasi ramah lingkungan, ia yakin salah satu landmark tertua di dunia ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata paling dinamis.









