“Salah satu hal pertama yang saya inginkan adalah manset telinga fungsional yang dapat menahan earbud saya selama pemanasan, namun tetap terasa sejuk,” kata Osaka tentang bagaimana kolaborasi ini dimulai. “Karya itu menjadi jangkar kecil untuk koleksinya.” Bagi Habana, mendandani seorang atlet terbukti menjadi tantangan baru yang menarik, mengingat ia lebih terbiasa mengenakan pakaian kepada bintang-bintang untuk panggung musikal atau peragaan busana. Namun dalam menavigasi karya yang dibuat untuk dunia tenis, sang kreatif juga melihat adanya kejelasan dalam cara ia biasanya melakukan pendekatan terhadap karyanya. “Perjalanan Naomi ke lapangan tidak jauh berbeda dengan model yang berjalan di runway,” katanya. “Tampilannya harus menciptakan dampak instan, menceritakan sebuah kisah, dan membuat orang penasaran. Tantangan terbesarnya adalah merancang karya yang bisa muncul dan muncul dengan mulus sehingga transisinya ke dalam pertandingan tidak terasa rumit.”
Dari sana, Osaka dan Habana mengembangkan ceritanya, dan menghasilkan produk-produk seperti sarung tangan dan pemanggang yang semakin membantu membawanya ke ruang kepala yang siap bermain. “Bagian-bagiannya akan terus berkembang sepanjang turnamen. Anda akan melihat kombinasi yang berbeda tergantung pada apa yang saya rasakan hari itu,” kata Osaka. “Saya suka sarung tangan jari dengan detail cakar. Anda bisa memakai semuanya bersama-sama atau memecahnya, sehingga setiap bagian menjadi lapisan pelindungnya sendiri. Lucu namun tetap kuat.”
Habana menambahkan bahwa dia selalu memperlakukan perhiasannya sebagai bentuk perlindungan—jadi wajar saja jika perlengkapan adat Osaka memiliki semangat yang sama. “Perhiasan kami selalu memiliki kualitas seperti baju besi,” katanya. “Dalam olahraga, ada agresi dan energi kompetitif yang dibawa para atlet ke arena, dan bentuk perhiasan kami mencerminkan semangat bertarung yang sama—menyeimbangkan elemen ofensif dan defensif.”
Saat Osaka terus mengenakan pakaian tersebut selama sebulan ke depan—pasca Indian Wells, ia menuju ke Miami Open, yang akan dimulai pada tanggal 15 Maret—ia berharap pakaian tersebut akan memicu perbincangan di kalangan pecinta tenis dan mode. “Saya tidak bisa mengendalikan cara orang menafsirkan sesuatu, tapi saya berharap potongan-potongan itu memicu rasa ingin tahu,” kata Osaka. “Mungkin seseorang melihatnya dan bertanya-tanya tentang desainernya, atau mengapa mereka ada di lapangan tenis. Saya suka ketika fesyen menciptakan momen kecil yang penuh intrik.”









