Pengamatan Asteroid Baru NASA Hilangkan Kemungkinan Dampak Bulan 2032

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan menggunakan data pengamatan Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA yang dikumpulkan pada tanggal 18 dan 26 Februari, para ahli dari Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA di Laboratorium Propulsi Jet milik NASA di California Selatan telah menyempurnakan orbit asteroid dekat Bumi 2024 YR4 dan mengesampingkan kemungkinan dampak bulan pada 22 Desember 2032. Dengan data baru, 2024 YR4 diperkirakan akan melewati permukaan bulan dengan kecepatan yang sama. jarak 13.200 mil (21.200 km).

Pembaruan ini mencerminkan peningkatan presisi dalam pemahaman kita tentang lokasi asteroid diperkirakan pada tahun 2032, dibandingkan pergeseran jalur orbitnya. Analisis sebelumnya, yang dilakukan sebelum observasi baru ini digabungkan, menunjukkan bahwa YR4 2024 memiliki peluang 4,3% untuk terkena dampak bulan pada tanggal tersebut.

Baca Juga :  Vanesa Morla akan bersaksi Senin ini dalam persidangan kematian Maradona

Tim observasi, yang dipimpin oleh Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins di Laurel, Maryland, menggunakan Webb untuk menangkap dua observasi tambahan YR4 2024 dalam penerapan kemampuan unik teleskop. Sejak musim semi tahun 2025, asteroid tersebut tidak dapat diamati baik dari bumi maupun observatorium berbasis ruang angkasa kecuali penggunaan Webb untuk melakukan pengamatan asteroid yang paling samar yang pernah ada.

Asteroid 2024 YR4 ditemukan pada akhir tahun 2024 oleh stasiun Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System yang didanai NASA di Chili. Pada awal tahun 2025, informasi yang tersedia tentang lintasan asteroid menunjukkan bahwa asteroid tersebut memiliki peluang kecil namun besar untuk berdampak pada Bumi. Seiring berjalannya waktu, dengan semakin banyaknya observasi yang dikumpulkan oleh observatorium di seluruh dunia, NASA menyimpulkan bahwa objek tersebut tidak menimbulkan risiko dampak signifikan terhadap Bumi pada 22 Desember 2032, atau hingga abad berikutnya. Biasanya observasi awal dan model risiko diperbarui setelah data observasi tambahan dikumpulkan dan model dapat disempurnakan.

Lainnya dari Pertahanan Planet

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang
Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu
Brigade Bersihkan Atap Sumsel: Imbau Pendaki Jaga Kelestarian Dempo
Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026
George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
QB Trevor Lawrence Rekap Hari 1 Kamp Pelatihan Jaguar 2026
Dance-Pop Smash Rihanna Melewati Salah Satu Hitnya yang Paling Gerah

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:36 WIB

George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:23 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Berita Terbaru