Piala Dunia 2026: Iran dan Mesir akan mengikuti ‘Pertandingan Pride’ di Seattle

- Redaksi

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di zona penggemar, kami bertemu penggemar Mesir yang bersorak untuk Meksiko beberapa hari sebelum tim mereka menghadapi Iran. Bagi mereka, kebanggaan terhadap sesama jenis tidaklah relevan.

“Saat ini soal dua tim yang berusaha lolos ke babak berikutnya,” kata Makarius Demian kepada kami, seraya menambahkan bahwa ia mendukung hak-hak kaum gay. “Pride Match atau tidak ada Pride Match, itu bukan yang penting.”

Tidak jauh dari layar lebar, sebuah restoran pop-up Mesir sedang bersiap untuk pertandingan tersebut – dan bagi para penggemar yang mendambakan cita rasa rumah sendiri. Koshari adalah hidangan pokok Mesir; campuran lentil, buncis, pasta, bawang goreng, dan saus tomat bawang putih.

Baca Juga :  Bisakah final Piala Dunia berakhir seri? Aturan perpanjangan waktu untuk Spanyol-Argentina

Pemiliknya, Ayman Almasri dan Amani Abouammo, menutup restoran mereka Koshari selama Piala Dunia untuk membuka versi pop-up di zona penggemar tempat mereka menyajikan makanan jalanan vegan Mesir.

Mereka mengatakan Mesir dan Iran bermain di pertandingan Pride adalah hal yang canggung dan berakar pada kesalahpahaman budaya.

“Inilah budayanya. Masyarakat sudah terbiasa dengan hal itu,” kata Abouammo. “Di kampung halaman, orang-orang tidak terbiasa dengan hal itu. Kebingungan inilah yang membuat masing-masing pihak tidak dapat memahami pihak lain.”

Di lapangan, ada banyak hal yang dipertaruhkan. Mesir memasuki pertandingan ini dengan momentum setelah mengalahkan Selandia Baru, dan dengan peluang nyata untuk memenangkan Grup G.

Baca Juga :  Putaran salju semalaman malam ini | 13Blog Cuaca

Sementara itu, Iran datang dengan suasana yang sangat berbeda – turnamen mereka sudah dipengaruhi oleh politik, pembatasan perjalanan, dan keluhan mengenai waktu persiapan, meskipun mereka diizinkan tiba di kota tuan rumah lebih awal dibandingkan pertandingan sebelumnya.

Saat Mesir dan Iran berusaha mendekat ke babak sistem gugur, pertandingan ini lebih dari sekadar apa yang terjadi di lapangan.

Ini juga merupakan gambaran sekilas tentang apa yang terjadi ketika Piala Dunia diadakan di sebuah kota yang merayakan serangkaian nilai, sementara dua tim yang ambil bagian tiba dengan membawa nilai-nilai yang sangat berbeda.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang
Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu
Brigade Bersihkan Atap Sumsel: Imbau Pendaki Jaga Kelestarian Dempo
Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026
George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
QB Trevor Lawrence Rekap Hari 1 Kamp Pelatihan Jaguar 2026
Dance-Pop Smash Rihanna Melewati Salah Satu Hitnya yang Paling Gerah

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:36 WIB

George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:23 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Berita Terbaru