DP2KBP3A Kepahiang Upayakan Rumah Aman untuk Pemulihan Korban KDRT

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DP2KBP3A Kepahiang, Linda Rospita (dok/warta aspirasi)

Kepala DP2KBP3A Kepahiang, Linda Rospita (dok/warta aspirasi)

KEPAHIANG,- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kepahiang mengupayakan penyediaan rumah aman (safe house) bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Fasilitas ini dirancang khusus guna memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana pemulihan trauma (trauma healing) bagi para korban.

Kepala DP2KBP3A,  Linda Rospita menjelaskan bahwa keberadaan rumah aman ini sangat krusial untuk melindungi korban dari segala bentuk intimidasi, terutama bagi mereka yang berani bersuara melaporkan kekerasan yang dialaminya. Guna memastikan perlindungan yang optimal, rumah aman tersebut nantinya akan dilengkapi dengan sistem pengamanan ketat yang beroperasi selama 24 jam penuh.

Baca Juga :  AiTradeBtc Memperkenalkan Infrastruktur Perdagangan Baru Berbasis AI untuk Mendukung Fase Pertumbuhan Kripto Berikutnya

“Selain aspek keamanan fisik, rumah aman ini juga menyediakan fasilitas rehabilitasi mental yang komprehensif. Penanganan psikologis para korban pascat rauma. Para korban juga akan didampingi langsung oleh tenaga profesional, mulai dari konselor, pekerja sosial, dokter, hingga psikolog,” jelas Linda.

Linda menambahkan, seluruh layanan medis di dalam rumah aman, termasuk perawatan kesehatan dan kebutuhan visum, akan diberikan secara gratis. Dengan adanya fasilitas terpadu ini, para korban tidak perlu lagi keluar dari lingkungan rumah aman untuk mengakses layanan medis, sehingga proses pemulihan fisik dan mental dapat berjalan dengan lebih cepat dan intensif.

Baca Juga :  Sekda: Guru Harus Disiplin

“Ini sebagai upaya kita memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Mudah-mudahan langkah ini mendapat dukungan penuh dari DPRD, baik dari sisi anggaran maupun regulasinya,” ujar Linda.

Ia juga mengimbau partisipasi aktif dari berbagai komunitas perlindungan dan pemberdayaan perempuan untuk mendampingi serta memberikan pembelaan hukum yang adil bagi para korban kekerasan. (*/adv)

Penulis : Agung Mandala Putra

Editor : Tiwi Supiah

Berita Terkait

2026, “spesial” bagi Luis Lara, dari liga minor hingga kontrak baru dan SM
Skor sepak bola perguruan tinggi, pembaruan langsung: Tennessee vs. Carolina Selatan, Alabama vs. Texas A&M dan banyak lagi
Dua kembali ke yang terpilih dan perubahan pandangan di belakang: kemungkinan sebelas FC Porto
Saya tahu Elizabeth Holmes adalah penipu. Jadi mengapa saya mendukungnya?
Remaja, 18 tahun, mengalami kejatuhan tragis dalam perjalanan karnaval selama festival Cabo San Lucas
Luke Kornet menghindari kesalahannya, tapi Houston adalah tempat di mana dia bisa menebusnya
Dominasi interior Wizards seharusnya membuat Bucks berpikir sebelum memperdagangkan Myles Turner
Kartu yang Menampilkan Permainan Unik Chris Webber

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:25 WIB

2026, “spesial” bagi Luis Lara, dari liga minor hingga kontrak baru dan SM

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Skor sepak bola perguruan tinggi, pembaruan langsung: Tennessee vs. Carolina Selatan, Alabama vs. Texas A&M dan banyak lagi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 02:25 WIB

Dua kembali ke yang terpilih dan perubahan pandangan di belakang: kemungkinan sebelas FC Porto

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Saya tahu Elizabeth Holmes adalah penipu. Jadi mengapa saya mendukungnya?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Remaja, 18 tahun, mengalami kejatuhan tragis dalam perjalanan karnaval selama festival Cabo San Lucas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Dominasi interior Wizards seharusnya membuat Bucks berpikir sebelum memperdagangkan Myles Turner

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Kartu yang Menampilkan Permainan Unik Chris Webber

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Anak berusia 2 tahun memasukkan pistol ke mulutnya di tempat penitipan anak di Richmond, menurut catatan negara bagian

Berita Terbaru