KEPAHIANG,- DP2KBP3A Kepahiang senantiasa menggalahkan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini dinilai sangat relevan dengan kondisi sosial pengasuhan anak di keluarga, sekaligus menjadi solusi terhadap fenomena fatherless.
Kepala DP2KBP3A Kepahiang, Linda Rospita, menegaskan bahwa keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan anak tidak boleh dipandang sebelah mata. Pengasuhan yang ideal harus dimulai sejak anak masih di dalam kandungan hingga mereka tumbuh dewasa.
“Selama ini ada anggapan keliru bahwa mengurus dan mendidik anak adalah tugas ibu saja. Melalui program GATI ini, kita ingin meruntuhkan ego tersebut. Pengasuhan anak adalah tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Kehadiran emosional seorang ayah sangat krusial untuk membangun karakter anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan berdaya saing,” tegas Linda.
Linda menambahkan, kehadiran sosok ayah yang aktif, peduli, dan protektif di dalam rumah tangga akan menjadi benteng utama dalam menciptakan keluarga yang harmonis, sehat, dan seimbang di Kabupaten Kepahiang.
Untuk memastikan program GATI tidak sekadar menjadi wacana, DP2KBP3A Kepahiang mendorong penerapan langkah-langkah programatik yang menyentuh masyarakat di pedesaan. Linda menjelaskan pihaknya secara maraton akan memberikan pelatihan bagi para ayah agar lebih aktif berpartisipasi dalam setiap fase perkembangan anak, termasuk memberikan pendampingan intensif bagi remaja dan pra-remaja.
Linda menegaskan jika para ayah di Kepahiang telah bergerak menjadi teladan, maka impian melahirkan generasi emas yang berkualitas dan bebas stunting akan lebih cepat terwujud.
“Kami akan memberikan pelatihan pada para ayah, membentuk komunitas peduli, hingga integrasi kegiatan di tingkat kelurahan dan sekolah-sekolah setempat,” ujarnya. (*/adv)
Penulis : Defi Parisa
Editor : Tiwi Supiah









