Belinda Bencic mengawali perjalanannya di Madrid Open 2026 dengan kemenangan dua set langsung atas Petra Marcinko, namun hasil tersebut membawa arti penting di luar papan skor. Bertanding di hari ulang tahun kedua putrinya Bella, petenis Swiss itu mengaku merasakan tekanan yang tidak biasa sebelum mengamankan kemenangan 6-4, 6-2 yang menempatkannya di babak kedua.
Pertandingan ini menghadirkan lapisan psikologis tambahan, dan Bencic mengakui bahwa ia fokus tidak hanya untuk melaju di turnamen namun juga untuk memastikan hari itu tetap positif di luar lapangan. Konteks tersebut membentuk pola pikirnya sepanjang kontes, khususnya pada set pertama di mana eksekusi tidak sepenuhnya sesuai dengan peluang.
Secara statistik, Bencic tampil solid setelah menetap. Dia mencatatkan lima ace, mendaratkan 64% servis pertamanya, dan memenangkan 78% poin tersebut. Permainan kembalinya terbukti menentukan, menghasilkan lima break servis dan membatasi Marcinko menjadi dua, margin yang pada akhirnya menentukan pertandingan.
Kemenangan tersebut meningkatkan rekor Bencic pada musim 2026 menjadi 16-6 dan mengikuti penampilannya baru-baru ini di Kualifikasi Piala Billie Jean King, di mana ia membagi pertandingannya saat Swiss berkompetisi melawan Ceko untuk mendapatkan tempat di Final. Lawannya berikutnya di Madrid adalah unggulan ke-18 Diana Shnaider.
Mengelola tekanan dan menemukan ritme
Penampilan Bencic di set pembuka mencerminkan tingkat keragu-raguan, terutama dalam memanfaatkan peluang-peluang awal. Dia menggambarkan pendekatannya sebagai pendekatan yang terlalu hati-hati, sehingga Marcinko tetap kompetitif meskipun ada banyak peluang untuk mendapatkan kendali. Ketegangan ini diperkuat oleh konteks hari itu, sehingga berkontribusi pada awal yang terukur dan bukannya asertif.
“Itu adalah set pertama yang sangat rumit. Saya merasa tidak memainkan permainan terbaik saya,” kata Bencic kepada Tennis Channel setelah kemenangannya di putaran kedua. “Saya pikir saya bermain terlalu hati-hati dan tidak memanfaatkan beberapa peluang, yang membuat saya sedikit gugup, tapi kemudian saya senang bisa membawa pulang set pertama dan kemudian saya bersantai di set kedua. Jadi, putaran pertama yang sulit tentu saja, tapi saya senang bisa menang.”
Setelah unggul, level Bencic stabil. Set kedua memperlihatkan peningkatan toleransi tembakan dan pengambilan keputusan yang lebih jelas, terutama saat kembali, di mana ia mampu memberikan tekanan yang berkelanjutan. Pergeseran ini selaras dengan trennya yang lebih luas pada musim ini, di mana ia semakin mengandalkan agresi yang terkendali dibandingkan pengambilan risiko sejak dini.
Kondisi Madrid terus sesuai dengan permainannya. Ketinggian ini mengurangi tuntutan permainan lapangan tanah liat, sehingga pukulan groundstrokenya yang lebih datar dapat ditembus dengan lebih efektif. Bencic mencatat bahwa transisinya kurang terasa dibandingkan pemain lain, sehingga berkontribusi pada hasil yang konsisten di turnamen.
“Bagi saya, ini bukan ketinggian yang terlalu tinggi karena Swiss juga berada di ketinggian ini, jadi bagi saya ini seperti level dasar,” tambah mantan peringkat 4 dunia itu. “Saya sangat menyukainya karena kurang terasa seperti tenis lapangan tanah liat. Bolanya benar-benar melayang di udara. Tentu saja, beberapa hari pertama Anda perlu sedikit penyesuaian, tapi setelahnya saya merasa sangat nyaman dan juga merasa nyaman dengan lapangannya.”
“Saya merasakan begitu banyak tekanan saat bermain di hari ulang tahunnya”
Bencic, yang pertama kali menembus 10 besar pada tahun 2016 dan baru-baru ini kembali ke level tersebut, menggambarkan performanya saat ini dalam evolusi olahraga yang lebih luas. Dia mencatat bahwa peningkatan bersifat relatif sepanjang tur, dengan para pemain secara kolektif meningkatkan standar dalam kecepatan dan konsistensi.
“Saya juga merasa menjadi pemain yang lebih baik, namun saya juga berpikir semua orang adalah pemain yang lebih baik,” tambah pemain berusia 29 tahun itu. “Saya pikir tenis secara umum sedang bergerak maju. Saya pikir Anda dipaksa untuk selalu mengikuti tren, bermain lebih cepat, bermain lebih konsisten.”
Pengalaman juga mengubah perilakunya di lapangan. Meskipun di awal karirnya dia menggambarkan dirinya sebagai orang yang “tidak kenal takut”, dia sekarang lebih menekankan pada disiplin dan kejelasan, terutama pada hari-hari sulit.
Selain peringkat atau kemajuan, Bencic menyoroti pentingnya menyeimbangkan kinerja profesional dengan pencapaian pribadi, sebuah faktor yang secara langsung memengaruhi pendekatannya terhadap babak pembukaan. “Saya sangat senang saya tidak merusak harinya,” kata Bencic sambil tersenyum.
“Saya merasakan banyak tekanan saat bermain di hari ulang tahunnya karena tahun lalu saya mengalami hal yang sama dan saya hanya berharap saya tidak akan kalah dan semuanya sudah siap. Saya akan mengambil kuenya nanti. Dekorasinya sudah siap, jadi saya bergegas pergi. Kita akan mengadakan perayaan yang luar biasa.”









