Trump memberikan syarat baru pada perjanjian nuklir Saudi yang ditandatangani, mengatakan negara tersebut harus bergabung dengan Abraham Accords

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump telah memberikan syarat baru pada perjanjian nuklir dengan Arab Saudi sehari setelah secara resmi menyetujuinya, dengan mengatakan negara tersebut sekarang harus bergabung dengan Abraham Accords.

Trump menulis dalam sebuah postingan di media sosial pada hari Kamis bahwa perjanjian yang ditandatangani “akan disetujui,” namun menambahkan, bahwa perjanjian tersebut “sepenuhnya bergantung pada Arab Saudi untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham yang sangat dihormati dan sukses.”

Pada hari Rabu, Menteri Energi Chris Wright dan Menteri Energi Saudi menandatangani perjanjian tersebut, yang memberikan Arab Saudi program nuklir sipil.

Hal ini telah memicu kritik dari para pejabat Israel dan diperkirakan akan menarik perhatian di Capitol Hill.

Baca Juga :  Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel membela pemilihan bek sayap setelah cedera Reece James

CNN melaporkan bahwa kesepakatan itu dapat menyebabkan negara tersebut memperkaya bahan bakarnya sendiri untuk reaktor sipil. Perjanjian tersebut mencakup batasan mengenai inspeksi apa yang mungkin dilakukan pada program Saudi, menurut pejabat dan sumber AS.

Kerajaan ini tidak diharuskan menandatangani perjanjian standar yang disebut Protokol Tambahan dengan Badan Energi Atom Internasional, seperti yang dilakukan Uni Emirat Arab pada tahun 2009 ketika mereka menandatangani perjanjian kerja sama nuklir “standar emas” dengan Amerika Serikat, kata seorang pejabat.

Trump menekankan dalam postingannya bahwa “tidak akan ada pengayaan” bahan nuklir. Arab Saudi sebelumnya menolak upaya untuk bergabung dengan Abraham Accords, sebuah upaya yang dimulai pada masa jabatan pertama Trump dan diperluas pada masa jabatan kedua Trump untuk membangun hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara tetangganya di Timur Tengah.

Baca Juga :  Sekolah tutup, pindah ke NTI Rabu

Tidak jelas apa dampak pernyataan Trump di media sosial terhadap perjanjian yang ditandatangani.

CNN telah menghubungi kedutaan Saudi untuk memberikan komentar dan Gedung Putih mengenai apakah kesepakatan tersebut akan dihentikan sampai Arab Saudi menandatangani Abraham Accords.

Ini adalah cerita yang berkembang dan akan diperbarui.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang
Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu
Brigade Bersihkan Atap Sumsel: Imbau Pendaki Jaga Kelestarian Dempo
Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026
George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
QB Trevor Lawrence Rekap Hari 1 Kamp Pelatihan Jaguar 2026
Dance-Pop Smash Rihanna Melewati Salah Satu Hitnya yang Paling Gerah

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:36 WIB

George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:23 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Berita Terbaru