BENTENG,- Upaya membangun ekosistem sepak bola nasional sejak usia dini terus digalakkan di daerah. Turnamen sepak bola akar rumput bertajuk Garuda Anak Indonesia Bengkulu Zona Series 2026 yang berlangsung pada 14–17 Mei 2026 di Pekik Nyaring, Bengkulu, sukses melahirkan talenta-talenta muda potensial.
Kompetisi yang mempertemukan berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Bengkulu ini dibagi ke dalam tiga kategori kompetisi, yakni Kelompok Umur (KU) 10 tahun, KU-12, dan KU-13. Selain memperebutkan tiket prestasi ke tingkat selanjutnya, ajang ini dirancang untuk memberikan jam terbang kompetitif yang sehat guna melatih mental bertanding dan sportivitas para atlet sejak dini.
Pengurus SSB Bengkulu Tengah (Benteng), Hadi Siswoyo, menilai turnamen ini memiliki nilai penting yang melampaui sekadar urusan menang dan kalah di lapangan. Ajang ini merupakan sarana strategis untuk menumbuhkan karakter positif anak.
“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan sarana penting untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama tim, serta menjalin persahabatan antarpemain. Tim yang berhasil keluar sebagai juara merupakan buah dari kerja keras dan kedisiplinan mereka dalam berlatih selama ini,” kata Hadi.
Secara terpisah, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Benteng, Pery Haryadi, menyambut positif konsistensi bergulirnya kompetisi usia dini ini. Menurut dia, turnamen terstruktur seperti inilah yang menjadi kunci utama lahirnya pilar-pilar pesepak bola masa depan.
Pery berharap, melalui pembinaan yang kontinu, para talenta muda dari Benteng kelak mampu menembus kompetisi tertinggi di kancah nasional maupun internasional.
“Selamat kepada tim-tim yang berhasil menjadi juara dalam kompetisi Garuda Anak Indonesia Bengkulu Zona Series ini. Semoga capaian ini menjadi langkah awal bagi mereka untuk sukses menjadi pesepak bola profesional di masa depan,” ujar Pery.(*)
Penulis : Andreas
Editor : Tiwi Supiah








