Penjaga Pantai mencari korban selamat setelah serangan terhadap kapal yang diduga narkotika

- Redaksi

Sabtu, 3 Januari 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!

Penjaga Pantai AS terus mencari korban yang selamat setelah serangan pada hari Selasa yang menargetkan tiga kapal yang diduga penyelundup narkotika yang melakukan konvoi di Pasifik Timur.

Kapal-kapal tersebut, yang diduga dioperasikan oleh organisasi-organisasi yang ditunjuk sebagai teroris, sedang melakukan perjalanan di perairan internasional dan diduga memindahkan narkotika di antara ketiga kapal tersebut sebelum serangan terjadi.

Tiga teroris narkotika dilaporkan tewas di kapal pertama, sementara dua kapal lainnya yang ditinggalkan sebelum pertempuran selanjutnya menenggelamkan kapal tersebut.

USSOUTHCOM mengumumkan serangan kinetik lainnya terhadap kapal-kapal yang diduga naro-teroris pada hari Rabu. (@Southcom melalui X)

MILITER AS MENGHANCURKAN KONVOI NARCO-TEROR TIGA KAPAL DI LAUT DALAM SERANGAN KINETIK

Tidak jelas berapa banyak orang yang selamat yang berhasil lolos dari kapal tersebut.

Baca Juga :  Semua mantan pacarnya termasuk Kendall Jenner

Seorang juru bicara Penjaga Pantai AS mengatakan kepada Fox News bahwa para pejabat mulai mengoordinasikan upaya pencarian sekitar pukul 15.00 Selasa setelah menerima pemberitahuan dari Departemen Perang mengenai orang-orang di perairan sekitar 400 mil laut barat daya perbatasan Meksiko dan Guatemala.

Pesawat Penjaga Pantai AS HC130J lepas landas.

Sebuah pesawat Penjaga Pantai HC-130J dikerahkan dari Sacramento, California, untuk mencari calon korban selamat. (Penjaga Pantai AS)

MADURO MENGATAKAN VENEZUELA ‘SIAP’ MEMBUAT KESEPAKATAN DENGAN KAMI TERKAIT NARKOBA DAN MINYAK SETELAH SERANGAN MILITER

Sebuah pesawat HC-130J dikerahkan dari Sacramento, California, untuk mencari area seluas lebih dari 1.000 mil laut dan mengeluarkan siaran informasi kelautan penting kepada para pelaut di area tersebut, menurut juru bicara tersebut.

KLIK DI SINI UNTUK MENGUNDUH APLIKASI FOX NEWS

Hingga hari Jumat, Penjaga Pantai telah mengoordinasikan lebih dari 65 jam upaya pencarian, termasuk bekerja sama dengan negara-negara mitra dan penangkapan ikan komersial serta kapal sistem Automated Mutual-Assistance Vessel Rescue (AMVER).

Pada hari Rabu, lima tersangka teroris narkotika tewas dalam serangan militer AS terhadap dua kapal yang diduga dioperasikan oleh organisasi teroris yang terlibat dalam perdagangan narkotika.

Jasmine Baehr dari Fox News Digital berkontribusi pada cerita ini.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kisah Inspiratif AKBP Yenni Diarty, Polwan Pertama yang Memimpin Bojonegoro
Ekspansi Pasar, SPayLater Garap Potensi Jakarta Fair Kemayoran
Akselerasi UMKM: HIPMI Bengkulu Bidik Standardisasi dan Reaktivasi Kawasan
Avdija dan Trail Blazers mengunjungi musuh konferensi San Antonio
Ballroom Gedung Putih: Trump berbelanja marmer di Florida
SOROTAN UNTUK ‘ABC NEWS LIVE PRIME BERSAMA LINSEY DAVIS,’ JAN. 5-9
Gagal Tahun Ini, Jalan Water Park Dibangun Tahun Depan
Disparpora Kepahiang Catat 43 Desa Miliki Potensi Wisata

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:36 WIB

George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:23 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Berita Terbaru