Bupati: Menjaga Relevansi Pancasila di Tengah Arus Global

- Redaksi

Senin, 1 Juni 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta upacara peringatan hari lahir Pancasila. (Andreas/AI/warta aspirasi)

Para peserta upacara peringatan hari lahir Pancasila. (Andreas/AI/warta aspirasi)

KEPAHIANG,- Nilai-nilai Pancasila kembali ditegaskan bukan sekadar sebagai simbol pemersatu domestik, melainkan juga sebagai kompas moral dalam menghadapi ketidakpastian global. Di tengah dinamika zaman, ideologi bangsa ini dituntut untuk tetap hidup dan diaktualisasikan oleh seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar Pemkab Kepahiang di halaman kantor bupati, Senin (1/6/2026). Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), serta personel TNI dan Polri.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP., membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Peringatan tahun ini mengusung tema yang dinilai relevan dengan konteks geopolitik saat ini, yaitu “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Bupati Kepahiang saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. (foto: Andreas/warta Aspirasi)

Lebih dari Sekadar Seremonial

Dalam pidato yang dibacakannya, Zurdi Nata menekankan bahwa peringatan 1 Juni tidak boleh terjebak dalam ritual seremonial tahunan semata. Momentum ini harus menjadi ruang refleksi bersama untuk membumikan Pancasila dalam realitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ujar Zurdi, mengutip amanat Kepala BPIP.

Sejarah telah mencatat Pancasila sebagai perekat sosial yang efektif bagi Indonesia yang plural. Di tengah bentang geografis ribuan pulau serta keragaman suku, bahasa, dan budaya, eksistensi Pancasila dinilai berhasil menjaga integrasi nasional dari potensi disintegrasi.

Baca Juga :  Sekda: Anomali Cuaca Waspada Diare

Komitmen Perdamaian Dunia

Selain menjadi jangkar di dalam negeri, pidato tersebut juga menggarisbawahi peran eksternal Pancasila. Nilai-nilai mulia di dalamnya menjadi landasan utama bagi Indonesia dalam mengimplementasikan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Hal ini selaras dengan amanat konstitusi untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Kontribusi konkret Indonesia di panggung internasional, seperti pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan hak-hak bangsa yang tertindas, menjadi bukti nyata bahwa Pancasila memiliki resonansi universal.

Baca Juga :  Jalan Karang Endah Diperbaiki Tahun Ini

Tantangan Generasi Muda dan Birokrasi

Kendati demikian, tantangan ke depan tidaklah ringan. Perkembangan teknologi dan lompatan ekonomi berpotensi kehilangan arah moral jika tidak dibarengi dengan penguatan ideologi. Oleh karena itu, generasi muda didorong untuk tidak sekadar menghafal Pancasila, melainkan menjadikannya sebagai living ideology (ideologi yang hidup).

“Kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup,” tegasnya.

Di sisi lain, pesan kuat juga dialamatkan kepada para penyelenggara pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah. Birokrasi dituntut untuk melahirkan kebijakan publik yang inklusif dan berbasis keadilan sosial. Pembangunan yang berkeadilan harus dipastikan menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa ada yang tertinggal (no one left behind).

Menutup amanat tersebut, Bupati Kepahiang mengajak seluruh warga untuk merawat api Pancasila dalam setiap denyut nadi kehidupan, demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat.(*/adv)

Penulis : Andreas

Editor : Tiwi Supiah

Berita Terkait

Menghidupkan Kembali Jantung Kota Bengkulu: Menagih Manfaat Gedung Mess Pemda untuk Rakyat
Aksi Gemilang di Gelanggang Internasional, Pesilat Kepahiang Vionika Persembahkan Perunggu
Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang
Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur
Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda
Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026
Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu
Brigade Bersihkan Atap Sumsel: Imbau Pendaki Jaga Kelestarian Dempo

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 14:00 WIB

Amanda Bynes Dipanggil Penggemar karena Jual Dompet Buatan Tangan Mahal yang Terlihat Seperti ‘Kantong Sampah’

Sabtu, 26 September 2026 - 13:00 WIB

AL Terburuk: Astros dan Rangers sama-sama kalah, menjamin juara divisi pertama MLB tanpa rekor kemenangan

Sabtu, 26 September 2026 - 12:36 WIB

Bagaimana perasaan Zendaya saat stylist-nya, Law Roach mengungkap dirinya diam-diam menikah

Sabtu, 26 September 2026 - 11:36 WIB

Pemotretan Baju Renang SI Golden Hour Alix Earle yang Cantik di Jamaika Masih Menyenangkan

Sabtu, 26 September 2026 - 11:00 WIB

Pilihan sepak bola perguruan tinggi: Prediksi, peluang untuk 25 pertandingan teratas utama di Minggu 4

Sabtu, 26 September 2026 - 09:36 WIB

Tijuana vs Atlas: dimana dan jam berapa nonton LIVE J10

Sabtu, 26 September 2026 - 09:00 WIB

Gambar playoff AL minggu terakhir musim 2026

Sabtu, 26 September 2026 - 08:36 WIB

Pratinjau Dodgers-Giants: Awal musim reguler terakhir Tarik Skubal

Berita Terbaru