Dow, S&P 500, dan Nasdaq berjangka menguat setelah sektor teknologi melemah karena tarif baru Trump mulai berlaku

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham-saham AS mengamati pemulihan tentatif sebelum penutupan hari Jumat karena investor menilai serangkaian tarif global baru dengan latar belakang kegelisahan AI, kenaikan harga minyak, dan peningkatan imbal hasil obligasi.

Dow Jones Industrial Average berjangka (YM=F) naik sekitar 0,5%, sedangkan S&P 500 (ES=F) naik tipis 0,2%. Kontrak untuk Nasdaq-100 yang padat teknologi (NQ=F) naik 0,1% karena saham-saham Wall Street berusaha untuk stabil setelah aksi jual tajam pada hari Kamis, dipimpin oleh saham-saham teknologi megacap.

Indeks-indeks utama berada di jalur kerugian mingguan setelah saham-saham “Magnificent Seven” secara kolektif kehilangan hampir $800 miliar nilai pasar pada hari Kamis di tengah aksi jual yang dipicu oleh membengkaknya pengeluaran AI milik Alphabet (GOOG, GOOGL) dan Tesla (TSLA). Aksi jual teknologi tersebut menyebar ke pasar Asia, dimana indeks KOSPI Korea Selatan (^KS11) dan indeks Nikkei Jepang (^N225) melemah.

Baca Juga :  Mahkamah Agung mengizinkan California menggunakan peta kongres baru yang ramah terhadap Partai Demokrat

Semalam, tarif global terbaru Presiden Trump yang menargetkan hampir seluruh impor AS mulai berlaku. Tarif baru Pasal 301, yang diharapkan pemerintah akan lebih tahan terhadap pengawasan hukum, mengenakan tarif sebesar 10% hingga 12,5% pada mitra dagang utama AS.

Gedung Putih mengecualikan beberapa produk energi dari tarif tersebut karena pasar menghadapi harga minyak yang lebih tinggi yang mengancam akan menggagalkan kemajuan inflasi dan dampaknya di seluruh perekonomian.

Baca Juga :  Proyek Halo Ekur Telah Dibatalkan

Harga minyak turun pada hari Jumat, dengan minyak mentah berjangka Brent turun 2% hingga diperdagangkan di bawah $99 per barel. Namun patokan internasional ditetapkan untuk kenaikan mingguan setelah menyentuh $100 per barel.

Data ekonomi yang harus diperhatikan adalah pembaruan indeks manajer pembelian awal S&P Global pada jasa dan manufaktur pada bulan Juli, dan penjualan rumah baru. Di sisi korporasi, American Express (AXP), NextEra Energy (NEE), dan Verizon Communications (VZ) termasuk di antara perusahaan yang melaporkan pendapatan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang
Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu
Brigade Bersihkan Atap Sumsel: Imbau Pendaki Jaga Kelestarian Dempo
Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026
George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
QB Trevor Lawrence Rekap Hari 1 Kamp Pelatihan Jaguar 2026
Dance-Pop Smash Rihanna Melewati Salah Satu Hitnya yang Paling Gerah

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:36 WIB

George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:23 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Berita Terbaru