Menjaga Hulu demi Energi: Strategi Konservasi PLTA Musi di Bengkulu

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLTA Musi menjadi salah satu unit pertama yang dapat menyuplai listrik kembali ke sistem Grid 150 kV Sumatera saat terjadi blackout.

PLTA Musi menjadi salah satu unit pertama yang dapat menyuplai listrik kembali ke sistem Grid 150 kV Sumatera saat terjadi blackout.

BENGKULU,- Di balik keasrian bentang alam hulu Provinsi Bengkulu, aliran Sungai Musi menyimpan potensi energi besar yang menghidupi ribuan rumah dan sektor usaha. Lewat PLTA Musi berkapasitas 210 Megawatt (MW), sungai ini bertransformasi menjadi tulang punggung energi terbarukan yang andal bagi sistem kelistrikan Sumatera bagian selatan.

PLTA Musi memberikan kontribusi signifikan dengan menyumbang sekitar 294 MW terhadap total kapasitas Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dengan total daya EBT wilayah tersebut yang mencapai 718 MW, peran PLTA Musi sangat krusial bagi stabilitas listrik di Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, hingga Sumatera Barat.

Lebih dari sekadar pembangkit, unit ini memiliki fungsi strategis sebagai black start. Artinya, PLTA Musi menjadi unit pertama yang mampu menyuplai listrik kembali ke sistem Grid 150 kV Sumatera saat terjadi gangguan besar atau pemadaman total (blackout).

Dengan beban puncak listrik Provinsi Bengkulu yang berada di kisaran 140 MW, daya maksimal PLTA Musi sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk mengamankan seluruh kebutuhan listrik di provinsi tersebut.

Baca Juga :  LPBI NU Benteng Apresiasi Rehabilitasi DAS

Efisiensi dan Jejak Karbon

Sebagai pembangkit berbasis air, PLTA Musi beroperasi tanpa menghasilkan polusi udara maupun limbah berbahaya. Perannya dalam menekan penggunaan bahan bakar fosil telah diakui secara internasional. Sepanjang periode 2009–2017, pembangkit ini tercatat berhasil menurunkan emisi hingga 724 juta ton CO₂ ekuivalen melalui skema perdagangan karbon internasional.

Tantangan Hulu dan Ancaman Operasional

Namun, keberlanjutan energi hijau ini sangat bergantung pada kesehatan ekosistem hulu. Saat ini, PLTA Musi menghadapi tantangan serius berupa:

  • Sampah Domestik: Tumpukan sampah bahkan pernah memaksa unit pembangkit berhenti beroperasi total selama 4 hingga 5 hari.

  • Sedimentasi: Akibat alih fungsi lahan yang memicu pendangkalan.

  • Gulma: Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali.

Sinergi Konservasi dan Pemberdayaan

Untuk memitigasi risiko tersebut, manajemen PLTA Musi memfokuskan upaya pada pelestarian daerah tangkapan air (catchment area) seluas 58.000 hektar. Strategi yang dijalankan meliputi:

  1. Hutan Kemasyarakatan: Melibatkan petani di Desa Air Hitam dan Desa Tanjung Alam untuk menjaga kawasan hutan (60% hutan lindung dan 40% hutan produktif). Warga didorong menanam tanaman produktif seperti kopi, pala, dan durian guna menekan perambahan hutan sekaligus meningkatkan ekonomi lokal.

  2. Manajemen Sampah Terpadu: Bekerja sama dengan Bank Sampah Berkah untuk mendaur ulang sampah plastik di bendungan. Selain itu, eceng gondok di area waduk diolah masyarakat sekitar menjadi pupuk kompos.

  3. Inovasi Energi: Pemanfaatan atap gedung (rooftop) untuk pemasangan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) on-grid sebagai langkah diversifikasi energi bersih.

Baca Juga :  Komitmen Pemkab Kepahiang Genjot Produksi Pangan: Alsintan Melimpah, Petani Makin Sejahtera!

Langkah kolaboratif ini menegaskan bahwa menjaga pasokan air bukan sekadar urusan teknis turbin, melainkan upaya menjaga keseimbangan antara kelestarian alam dan ketahanan energi masa depan. (*)

Penulis : Andreas

Editor : Tiwi Supiah

Berita Terkait

Menembus Batas Formalitas: Mengembalikan Ruh Monitoring dan Evaluasi di Era Banjir Aplikasi
Dari Bengkulu untuk Dunia: Ikhtiar I Nyoman Candra Menjinakkan Karbon Mikro
Ekspansi Pasar, SPayLater Garap Potensi Jakarta Fair Kemayoran
BNN Gagalkan Penyeludupan 3,37 Ton Cannabis Buds, Mantan Wabup Nagan Raya Terlibat
Gempa 3SR Guncang Barat Laut Enggano
Aliansi Advokat Yogyakarta Sampaikan Petisi Dukung Tiyo
Optimalisasi Penerimaan Pajak, Kanwil DJP Bengkulu-Lampung Perkuat Sinergi dengan Pemprov
Semangat Harganas, Sinergi Lindungi Generasi dari Ancaman Digital

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:09 WIB

Cara Menonton Nottingham Forest vs Vitória de Guimarães Langsung Hari Ini: Pratinjau, Statistik, Daftar Pemain

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:56 WIB

Memenangkan Powerball, Pilih 3 nomor Tengah Hari untuk Sabtu, 25 Juli

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:43 WIB

Bryson DeChambeau mengungkapkan bagaimana para penggemar di LIV Golf UK memperlakukannya minggu ini

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:30 WIB

Atletico Madrid menandatangani bintang Piala Dunia Korea Selatan Lee Kang-In dari PSG | Berita Sepak Bola

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:17 WIB

Apakah Anda memenuhi syarat untuk pengembalian dana?

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:38 WIB

Apa yang terjadi dengan mantan pemain NFL?

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:20 WIB

Pencipta ‘The Rookie’ Mengungkapkan Tayang Perdana Musim 9 yang Sangat Besar di Comic-Con

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:54 WIB

Dewan keberlanjutan ingin lingkungan menjadi ‘penopang’ rencana strategis Lawrence berikutnya | Berita, Olahraga, Pekerjaan

Berita Terbaru

Viral

Apakah Anda memenuhi syarat untuk pengembalian dana?

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:17 WIB