Menjaga Stabilitas Finansial Daerah, Iswahyudi Resmi Nakhodai Bank Bengkulu

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut dan Komisaris Independen Bank Bengkulu yang baru saja dilantik berfoto bersama Gubernur Bengkulu. (foto: Andreas/warta aspirasi)

Dirut dan Komisaris Independen Bank Bengkulu yang baru saja dilantik berfoto bersama Gubernur Bengkulu. (foto: Andreas/warta aspirasi)

BENGKULU,- PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu memasuki babak baru dalam penguatan transformasi kelembagaan. Setelah sukses mengawal stabilitas perusahaan selama satu tahun masa transisi, Iswahyudi resmi dilantik sebagai Direktur Utama definitif Bank Bengkulu.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, di Kota Bengkulu, Senin (22/6/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai tindak lanjut atas keputusan bulat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Selain posisi direktur utama, manajemen bankkebanggan masyarakat Bengkulu ini juga diperkuat dengan dilantiknya Aprikie Putra Wijaya sebagai Komisaris Independen.

Pelantikan ini menjadi tonggak krusial bagi Bank Bengkulu bergerak lebih lincah di tengah ketatnya kompetisi industri perbankan nasional, sekaligus mempertegas perannya sebagai motor penggerak ekonomi di bumi Merah Putih.

Terpilihnya Iswahyudi mencerminkan tingginya kepercayaan para pemegang saham, yang mayoritas merupakan pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu, terhadap kapasitas kepemimpinannya. Selama satu tahun ke belakang, saat menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) direktur utama, ia dinilai berhasil mengurai berbagai tantangan operasional dan menjaga performa bank tetap sehat di masa-masa krusial.

Gubernur Helmi Hasan mengungkapkan, kesepakatan bulat yang tercapai dalam RUPSLB merupakan modal sosial yang sangat besar bagi jajaran direksi. Kepercayaan tanpa sekat dari para pemegang saham ini memberikan ruang legitimasi yang kuat bagi manajemen untuk mengeksekusi kebijakan-kebijakan strategis ke depan.

Baca Juga :  Manchester City menyetujui kesepakatan £116 juta untuk mengontrak Elliot Anderson dari Nottingham Forest

Namun, Helmi mengingatkan bahwa esensi keberadaan bank pembangunan daerah tidak boleh terjebak sekadar pada pemburuan laba bersih (profit) demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ada misi kemanusiaan dan ekonomi kerakyatan yang jauh lebih mendasar.

“Sebagai bank daerah, Bank Bengkulu mengemban tugas mulia. Intervensi dan perhatian lebih harus diberikan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Mereka adalah fondasi ekonomi kita yang sesungguhnya,” tutur Helmi.

Meniti Karier dari Bawah

Di internal Bank Bengkulu, sosok Iswahyudi bukanlah orang baru. Ia merupakan contoh bankir yang meniti karier dari anak tangga terbawah. Sebelum mencapai posisi puncak, rekam jejaknya membentang panjang di berbagai posisi taktis, mulai dari Pemimpin Divisi Pemasaran, Kepala Cabang Utama, hingga Direktur Bisnis.

Pengalaman empiris selama bertahun-tahun di lapangan membuatnya paham betul akan anatomi korporasi, risiko pasar lokal, serta karakteristik sosiologis masyarakat Bengkulu. Kedekatan kultural ini dinilai menjadi modal utama dalam merumuskan produk keuangan yang tepat sasaran.

Baca Juga :  Catatan 100 Hari Helmi Hasan: Mahasiswa Mesti Belajar Metodologi Ilmiah Riset Sosial Yang Benar Sebelum Dipublis
Komisaris Independen menandatangani berita acara pelantikan disaksikan Gubernur Bengkulu. (Andreas Putra/ warta aspirasi)

Usai pelantikan, Iswahyudi menegaskan komitmennya untuk membawa Bank Bengkulu menjadi institusi keuangan yang adaptif, inovatif, dan inklusif. Menurut dia, industri perbankan saat ini menuntut perubahan yang cepat, terutama dalam aspek digitalisasi pelayanan tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian (prudential banking).

“Kepercayaan ini adalah amanah besar. Fokus kami ke depan adalah memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), meningkatkan kualitas layanan digital, serta memastikan Bank Bengkulu tetap kompetitif,” kata Iswahyudi.

Menatap Tantangan Digital

Ke depan, tantangan Bank Bengkulu tidaklah ringan. Di tengah penetrasi bank-bank digital nasional dan ketidakpastian ekonomi global, bank daerah dituntut untuk tidak sekadar bertahan, tetapi juga relevan bagi generasi baru nasabah.

Di bawah nakhoda baru, Bank Bengkulu telah menyiapkan tiga pilar akselerasi: penguatan struktur bisnis internal, percepatan transformasi digital penunjang transaksi, serta penajaman porsi kredit produktif untuk sektor UMKM. Melalui kepemimpinan yang kini telah definitif, Bank Bengkulu optimistis mampu memposisikan diri bukan lagi sekadar sebagai tempat menyimpan dana daerah, melainkan mitra strategis pertumbuhan ekonomi masyarakat.(*)

Penulis : Andreas Putra

Editor : Tiwi Supiah

Berita Terkait

Mengapa Angel Reese tidak mengikuti standar Caitlin Clark ketika penggemar menyerang rekan satu timnya?
Queens Park Rangers v Burnley: Statistik kejuaraan & head-to-head
Angkat Kelezatan Cucur Air Teras, Musisi Bengkulu Dangmed Dobrak Musik Lokal Lewat Single “SI RAMA”
Rahasia Hubungan Selama Puluhan Tahun Kyra Sedgwick dan Kevin Bacon
Info Tanggal Tayang ‘Dark Matter’ Musim 3: Akankah Ada ‘Dark Matter’ Musim 3 Di Apple TV? Semua yang Kami Ketahui
BEI Gelar RUPSLB 2026, Pemegang Saham Setujui Tiga Agenda
2026, “spesial” bagi Luis Lara, dari liga minor hingga kontrak baru dan SM
Atlantis Water Adventure Ancol Gelar Dua Aksi Pemecahan Rekor MURI dalam Perayaan Hari Renang Sedunia 2026

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:43 WIB

Ketika Suku Bunga Global Meningkat: Bagaimana Dampaknya Terhadap Beban Utang dan Keberlanjutan Fiskal Indonesia?

Minggu, 1 November 2026 - 06:03 WIB

Ketidaktepatan Data Desil dalam Tata Kelola Digital Pemerintahan: Tantangan Akurasi Data dan Keadilan Sosial di Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Antara Keamanan Negara dan Kesejahteraan Rakyat: Bagaimana Pemerintah Menentukan Prioritas Anggaran?

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Ruang Literasi, Bung Willy dan Gen Z yang Menolak Dungu

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:41 WIB

Menembus Batas Formalitas: Mengembalikan Ruh Monitoring dan Evaluasi di Era Banjir Aplikasi

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:04 WIB

Catatan MTQ Seluma: Urgensi Kemurnian Tauhid dalam Penyelenggaraan MTQ Provinsi Bengkulu

Kamis, 30 April 2026 - 09:49 WIB

Kebijakan Bantu Rakyat Harus Menjadi Darah Daging Gerakan

Minggu, 10 Agustus 2025 - 22:33 WIB

Teguh untuk Meneguhkan PWI

Berita Terbaru