Pemerintahan Trump dapat menghapus informasi sejarah dan iklim dari taman AS, kata pengadilan | pemerintahan Trump

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintahan Trump tidak perlu menerapkan kembali materi terkait perubahan iklim, imigrasi dan perbudakan yang telah dihapus dari taman nasional, demikian keputusan pengadilan banding AS pada hari Kamis.

Ini adalah perkembangan terbaru dalam pertarungan hukum mengenai bagaimana sejarah dikenang di monumen publik Amerika.

Atas perintah Donald Trump, pemerintah federal selama setahun terakhir telah membongkar plakat dan papan tanda yang dianggap sebagai “indoktrinasi ideologis”, sebuah langkah yang digambarkan oleh presiden sebagai pemulihan “kebenaran dan kewarasan dalam sejarah Amerika” dalam perintah eksekutif tahun 2025.

Pada bulan Mei 2025, Menteri Dalam Negeri AS, Doug Burgum, menginstruksikan Dinas Taman Nasional (NPS) untuk menandai penghapusan gambar, deskripsi, dan narasi apa pun yang “secara tidak pantas meremehkan masa lalu atau masa hidup orang Amerika”.

Baca Juga :  Grand Prix Austria: Kelegaan bagi George Russell saat ia mengamankan kemenangan kedua musim ini

Asosiasi Konservasi Taman Nasional dan Asosiasi Penjaga Taman Nasional, serta kelompok advokasi lainnya, telah menentang penghapusan tersebut di pengadilan, dan mengajukan gugatan pada bulan Februari terhadap Departemen Dalam Negeri dan NPS.

Pemerintahan Trump kemudian mendapat pukulan ketika pada bulan Juni, seorang hakim pengadilan distrik AS memihak organisasi nirlaba dan memerintahkan pemerintah federal untuk memasang kembali materi yang dihapus dalam waktu 21 hari.

Dalam mosinya, hakim distrik Massachusetts Angel Kelley mengatakan tindakan Gedung Putih “menjadi preseden berbahaya dalam hal sensor dan sanitasi”.

Namun pada hari Kamis, panel yang terdiri dari tiga hakim di pengadilan banding AS untuk putaran pertama memutuskan bahwa pengadilan yang lebih rendah keliru dalam menyimpulkan bahwa kelompok advokasi akan menderita “kerugian yang tidak dapat diperbaiki” jika materi yang disengketakan tidak segera dikembalikan.

Baca Juga :  Rio Ferdinand memperkirakan Man Utd akan merekrut gelandang senilai £85 juta setelah melewatkan kesepakatan Mateus Fernandes | Sepak bola

Menurut putusan tersebut, keputusan pengadilan distrik bahwa pemerintahan Trump menghapus sejarah tertentu dan menurunkan kepercayaan publik tidak berarti “kerugian spesifik apa pun yang mungkin dialami oleh penggugat”.

Pengadilan banding juga menulis bahwa organisasi nirlaba tersebut tidak memberikan bukti spesifik yang menunjukkan hubungan antara mandat Burgum dan tuduhan mereka atas kerusakan reputasi dan berkurangnya keanggotaan sebagai akibat dari pemecatan tersebut.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang
Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu
Brigade Bersihkan Atap Sumsel: Imbau Pendaki Jaga Kelestarian Dempo
Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026
George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
QB Trevor Lawrence Rekap Hari 1 Kamp Pelatihan Jaguar 2026
Dance-Pop Smash Rihanna Melewati Salah Satu Hitnya yang Paling Gerah

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Bertabur Hadiah, Bank Bengkulu Sukses Gelar Penarikan Undian Nasional Simpeda

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bank Bengkulu Jadi Tuan Rumah Seminar Nasional dan Undian Simpeda XXXVII-2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Bank Bengkulu Dukung Perlindungan 1.000 Atlet KONI Bengkulu

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:44 WIB

Hampir Satu Dekade Menguasai Pasar, Dulux Sabet Top Brand Award 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:36 WIB

George dan Amal Clooney mengevakuasi rumah Prancis di tengah kebakaran hutan

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:23 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Berita Terbaru