KEPAHIANG,- Menjelang puncak arus mudik lebaran tahun 2025, Dinas PUPR akan mensiagakan alat berat di beberapa titik rawan terjadi longsor dan dapat menghambat mobilitas warga pemudik. Sehingga saat terjadi bencana longsor, alat berat bisa langsung bekerja membuka akses jalan atau membuat jalur darurat.
“Rencananya kami akan siagakan excavator, backhoe loader dan grader, untuk antisipasi kemacetan arus mudik dan arus balik karena bencana longsor, mengingat Kepahiang memiliki jalur pada wilayah berbukit,” kata Kepala Dinas PUPR, Teddy Adeba, ST.
Ia menjelaskan pihaknya juga berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Bengkulu berkaitan dengan lokasi peletakan alat berat, sebab informasinya PUPR Provinsi juga akan mensiagakan alat berat pada jalur yang ada di Kepahiang.
“PUPR Provinsi kemungkinan akan menempatkan di daerah perbatasan provinsi, namun kami tetap akan koordinasikan supaya tetap ada pemerataan dan dapat menjangkau wilayah bencana dengan cepat. Bisa jadi nanti provinsi mensiagakan di perbatasan Kepahiang-Empat Lawang di Bermani Ilir, maka Kepahiang akan menempatkan di Kecamatan Seberang Musi yang juga berbatasan dengan Empat Lawang yang juga ramai dilalui pemudik menuju Pasma Air Keruh, Empat Lawang,” ulasya.
Selain mensiagakan alat berat, sebagai daya dukung kelancaran arus mudik dan kenyamanan selama di perjalanan, Dinas PUPR Kepahiang juga telah melakukan tebas bayang pada bahu jalan dan melakukan perbaikan ringan pada titik jalan yang rusak.(*/adv)
Penulis : Defi Parisa
Editor : Tiwi Supiah