BENTENG,- Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak anomali cuaca dan perubahan iklim, Pemerintah Desa Renah Semanek, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu (3/6/2026) menggelar sosialisasi intensif mengenai adaptasi perubahan iklim.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Renah Semanek ini dihadiri oleh puluhan warga, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis memberikan edukasi mengenai pola cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi dan dampaknya bagi sektor pertanian serta keselamatan lingkungan.
Dua narasumber utama dihadirkan dalam acara ini, yaitu tim ahli, Muhamad Iqbal dan Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Tengah, Al Ihwan.
Dalam pemaparannya, Al Ihwan menekankan pentingnya mitigasi bencana berbasis masyarakat. Menurutnya, kesadaran warga dalam mengenali tanda-tanda perubahan lingkungan menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.
“Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, melainkan realitas yang dirasakan langsung dampaknya di tingkat desa. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkuat kapasitas warga agar lebih tanggap dan tahu langkah apa yang harus diambil saat terjadi cuaca ekstrem, seperti curah hujan tinggi yang memicu banjir atau angin kencang,” ujar Al Ihwan saat memberikan materi.
Senada dengan hal tersebut, Muhamad Iqbal menyampaikan pentingnya sinkronisasi antara kearifan lokal dengan data kebencanaan yang dimiliki oleh BPBD. Ia mendorong masyarakat Desa Renah Semanek ulebih aktif melakukan langkah pencegahan, mulai dari menjaga kebersihan drainase hingga penataan vegetasi di sekitar pemukiman.
“Partisipasi aktif masyarakat adalah garis pertahanan pertama. Kami berharap warga tidak hanya sekadar menerima informasi, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam mitigasi di lingkungan keluarga masing-masing,” tambah Muhamad Iqbal.
Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta. Selain menerima materi, warga juga dilibatkan dalam diskusi interaktif mengenai kendala yang selama ini dihadapi di lapangan terkait perubahan cuaca.
“Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, kami berharap ketangguhan desa dalam menghadapi perubahan iklim dapat terus meningkat, sehingga masyarakat lebih siap dan sigap dalam menghadapi segala potensi risiko bencana di masa depan,” jelas Kades Renah Semanek, Ismail Bakaria.(*)
Penulis : Andreas
Editor : Tiwi Supiah









