Menembus Batas Formalitas: Mengembalikan Ruh Monitoring dan Evaluasi di Era Banjir Aplikasi

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran pakar administrasi publik Indonesia, Miftah Thoha. Menurutnya, birokrasi harus berorientasi pada pelayanan publik dan kepentingan masyarakat. Keberhasilan organisasi publik tidak dapat diukur hanya dari kepatuhan terhadap prosedur, tetapi juga dari kemampuannya dalam memberikan manfaat kepada warga negara. Oleh karena itu, monitoring dan evaluasi seharusnya menjadi instrumen untuk melihat sejauh mana pelayanan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Pemikiran serupa juga disampaikan oleh Taliziduhu Ndraha yang menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai inti dari penyelenggaraan pemerintahan. Dalam perspektifnya, seluruh aktivitas pemerintahan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan publik. Dengan demikian, evaluasi tidak cukup dilakukan dengan melihat apakah program telah dilaksanakan, tetapi juga harus menilai apakah tujuan yang ingin dicapai benar-benar terwujud. Sayangnya, orientasi pada dampak sering kali kalah oleh tuntutan administratif yang semakin kompleks. Banyak organisasi lebih fokus pada penyelesaian laporan dibandingkan pemanfaatan hasil evaluasi. Tidak sedikit dokumen evaluasi yang disusun dengan sangat baik, lengkap dengan data, grafik, dan rekomendasi, tetapi setelah selesai dibuat hanya menjadi arsip yang tersimpan di rak penyimpanan atau server digital.

Baca Juga :  DJP-Ditjen Dukcapil MoU Penggunaan NIK

Akibatnya, evaluasi kehilangan fungsi strategisnya. Temuan-temuan penting yang seharusnya menjadi dasar perbaikan kebijakan tidak dimanfaatkan secara optimal. Kesalahan yang sama kembali terulang. Program yang kurang efektif tetap dilaksanakan dengan pola yang serupa. Permasalahan yang pernah diidentifikasi muncul kembali pada periode berikutnya. Situasi ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan terletak pada kurangnya data, melainkan pada kemampuan memanfaatkan data untuk pengambilan keputusan. Kita hidup di era yang kaya informasi, tetapi belum tentu kaya pembelajaran. Berbagai laporan tersedia dalam jumlah yang melimpah, namun tidak semuanya mampu diterjemahkan menjadi tindakan perbaikan yang konkret. Dalam konteks ini, akuntabilitas perlu dipahami secara lebih luas. Akuntabilitas bukan hanya soal kemampuan menjelaskan penggunaan anggaran atau menyusun laporan pertanggungjawaban. Akuntabilitas juga berarti keberanian untuk mengakui kekurangan, menerima kritik, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Gempa 3SR Guncang Barat Laut Enggano

Guru Besar Administrasi Publik Universitas Indonesia, Eko Prasojo, menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus mengarah pada pemerintahan yang berorientasi pada kinerja dan hasil. Perspektif ini mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan tidak terletak pada banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan ada manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat. Dengan kata lain, akuntabilitas harus diwujudkan dalam bentuk peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan publik. Membangun budaya akuntabilitas seperti ini memang bukan perkara mudah. Dalam banyak organisasi, kegagalan masih sering dipandang sebagai sesuatu yang harus disembunyikan. Akibatnya, muncul kecenderungan untuk hanya menampilkan sisi positif dan mengabaikan berbagai kelemahan yang sebenarnya perlu diperbaiki. Padahal organisasi yang sehat bukanlah organisasi yang tidak pernah melakukan kesalahan, melainkan organisasi yang mampu belajar dari kesalahan tersebut.

lanjut hal…4

Berita Terkait

Diduga Oknum Pejabat Seluma Terima Aliran Fee Pengadaan Obat & BMHP
100 Penulis Ikuti Bimtek Kepenulisan, 50 Naskah Terbaik Dibukukan
Gali Budaya Lokal, Dinas Perpustakaan Provinsi Bengkulu Gelar Bimtek Kepenulisan
Ruang Literasi, Bung Willy dan Gen Z yang Menolak Dungu
Menghidupkan Kembali Jantung Kota Bengkulu: Menagih Manfaat Gedung Mess Pemda untuk Rakyat
Aksi Gemilang di Gelanggang Internasional, Pesilat Kepahiang Vionika Persembahkan Perunggu
Polres Benteng Salurkan Bansos pada Korban Kebakaran Desa Tiambang
Bikin Bangga! Tembus Kancah Nasional, 6 Siswa SMPN 3 Benteng ‘Taklukkan’ Jamnas XII Cibubur

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Saya tahu Elizabeth Holmes adalah penipu. Jadi mengapa saya mendukungnya?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Remaja, 18 tahun, mengalami kejatuhan tragis dalam perjalanan karnaval selama festival Cabo San Lucas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Luke Kornet menghindari kesalahannya, tapi Houston adalah tempat di mana dia bisa menebusnya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Dominasi interior Wizards seharusnya membuat Bucks berpikir sebelum memperdagangkan Myles Turner

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Kartu yang Menampilkan Permainan Unik Chris Webber

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Penyanyi D4vd muncul di pengadilan dalam kasus pembunuhan gadis remaja – NBC Los Angeles

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Topan Champi menguat ke kategori 5 tetapi menjauh dari daratan; Trudy melemah

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:30 WIB

CRWV, NBIS, IREN Bangkit Semalam Setelah Minggu Brutal — Namun Para Eksekutif Industri Dilaporkan Hanya Melihat Beberapa Neocloud yang Selamat

Berita Terbaru

Viral

Kartu yang Menampilkan Permainan Unik Chris Webber

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:30 WIB