BENGKULU,- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama LazisMu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali menggulirkan program kurban tahunan. Pada Idul Adha 1447 H/2026 M ini, amanah yang terkumpul mencapai 50 ekor sapi dan 65 ekor kambing yang disebar ke 14 wilayah di Indonesia.
Program ini bukan sekadar seremoni pemotongan hewan kurban. Ada misi pemerataan jangkauan, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T serta komunitas yang tengah dirundung nestapa.
Di Bengkulu, Lazismu mengelola amanah tiga ekor sapi. Proses penyembelihan hewan kurban dilakukan secara maraton, satu ekor dipotong di Pondok Pesantren Darussalam, Tegal Rejo, Bengkulu Utara, pada 27 Mei 2026. Sehari berselang, giliran dua ekor sapi lainnya yang disalurkan melalui Kantor Sekretariat DPD RI Provinsi Bengkulu dan Yayasan Najamudin, Kota Bengkulu.
Jangkauan distribusi nasional kian meluas. Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah, misalnya, menyasar pelosok terpencil. Dua ekor sapi dikirim ke Desa Tliu, Timor Tengah Selatan, NTT, serta satu ekor untuk masyarakat di Pulau Arar dan Warmon Kokoda, Papua Barat Daya.
Di sisi lain, Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah berfokus pada titik-titik pemulihan pascabencana. Sebanyak lima ekor sapi dan lima ekor kambing dialokasikan untuk warga di Aceh Tamiang, Sibolga, Agam, hingga penyintas musibah kebakaran di LKSA Palu yang terjadi Maret lalu.
Dengan peta sebaran yang menyentuh hingga ke Sorong dan Aceh, BPKH dan LazisMu berupaya memastikan nilai manfaat keuangan haji dirasakan langsung oleh mereka yang paling membutuhkan, sekaligus memantik solidaritas sosial di tengah masyarakat.(*)
Penulis : Andreas
Editor : Tiwi Supiah









