warta aspirasi,- Memasuki tahun 2026, minat masyarakat terhadap pasar modal terus meningkat. Namun, ketakutan akan risiko kehilangan uang dan kebingungan terhadap istilah teknis masih menjadi hambatan utama bagi investor pemula. Menanggapi fenomena ini, Direktur Galeri Investasi (GI) PWI Bengkulu memberikan panduan komprehensif mengenai cara cerdas membangun kekayaan melalui pasar saham, bahkan dimulai dengan modal minim Rp100 ribu.
Investasi Bukan Cara Cepat Kaya, Melainkan Proteksi Nilai Uang
Ia menekankan bawa investasi bukan merupakan cara instan untuk mencetak uang. Sebaliknya, investasi harus dipandang sebagai cara cerdas untuk melindungi nilai uang dari inflasi yang menggerus daya beli. Ia menyebut, uang yang diam di rekening bank mungkin terlihat aman, namun sebenarnya nilai belinya terus berkurang seiring kenaikan harga barang atau inflasi.
“Investasi menjadi kunci untuk memastikan aset terus bertumbuh melampaui kenaikan gaji yang sering kali tertinggal dari laju inflasi,” jelas Dedi.
Strategi ETF: Solusi Diversifikasi Bagi Pemula
Ia menyarankan bagi pemula, jangan berspekulasi membeli saham perusahaan tunggal yang berisiko tinggi. Ia justru memberikan saran bagi investor pemula menggunakan instrumen Exchange-Traded Fund (ETF) atau paket saham, sembari menambah wawasan soal saham dan pasar modal.
Menurutnya, ETF memungkinkan investor untuk memiliki potongan kecil dari ratusan perusahaan sekaligus hanya dengan satu kali transaksi. Strategi ini memberikan diversifikasi instan yang melindungi portofolio jika salah satu sektor atau perusahaan mengalami penurunan.
Langkah Taktis Memulai Investasi di 2026
Dedi merumuskan langkah-langkah praktis bagi masyarakat yang ingin memulai perjalanan investasinya:
-
Pemilihan Sekuritas yang Tepat. Selain legalitas, investor juga harus memperhatikan biaya transaksi yang dikenakan.
-
Terapkan Metode Dollar Cost Averaging (DCA). Melakukan investasi rutin (otomatisasi) setiap bulan di hari gajian, tanpa perlu menunggu waktu yang sempurna untuk membeli. Hal ini menjaga psikologi investor agar tidak panik saat pasar turun.
-
Disiplin dan Kontrol Emosi: Musuh terbesar investor bukanlah berita buruk atau pasar yang anjlok, melainkan rasa panik yang mendorong penjualan saat harga di titik terendah.
Ia menyebut, investasi di tahun 2026 tidak lagi memerlukan modal besar atau pengetahuan teknis yang sangat rumit. Dengan modal Rp100 ribu per minggu dan pemilihan instrumen ETF yang tepat, seorang pemula memiliki peluang besar untuk membangun aset hingga miliaran rupiah di masa depan melalui kekuatan bunga majemuk (compound interest).
“Investasi itu soal memahami risiko dan konsistensi. Beli rutin, harga naik atau turun tetap beli, maka lama-lama harga rata-ratanya akan optimal,” pungkasnya.(*)
Penulis : Andreas
Editor : Tiwi Supiah









